PERLUKAH MASA LALU KITA BICARAKAN?
Oleh Wenny Rosalia Kusumawardani
Perlu. Itu jawaban dariku.
Bukan hanya sekedar iseng atau tanpa tujuan. Karena itu penting untukku. Aku ingin tahu bagaimana kamu di masa yang lalu. Agar ku mengenal kamu lebih dalam.
Sakit. Itu resiko yang harus ku terima. Sedih. Semoga itu kurasakan sementara waktu. Dan ternyata itu memang yang kurasakan kemarin. Masa lalu mu yang berkesan ternyata menggangguku pula.
Yang menjadi berat untukku ternyata apa yang telah kamu lewati, itu bertentangan dengan prinsipku. Membayangkanmu melakukannya sebenarnya membuatku sedih dan sakit. Tapi ku kembali pada tujuanku. Aku harus terima ini. Aku pulalah yang memintamu untuk menceritakannya. Huft.
Semua bukan salahmu, jika ada yang berubah dari sikapku kemarin. Kamu pun tak perlu meminta maaf seperti itu, karena aku tak berhak menyalahkanmu. Aku pun bukan seorang suci yang akan menghakimimu. Aku yang harusnya meminta maaf.
Biarkan sementara ini aku mengambil waktu sejenak. Yah untuk sekedar menenangkan diri. Aku harus bisa menerima mu. Aku memutuskan hidup denganmu. Maka aku harus menerima masa lalu mu juga. Semua proses. Proses butuh waktu juga.
Namun satu hal dari pembicaraan itu, ku masih bisa bersyukur. Ku makin tahu diriku. Dan ku makin tahu dirimu. Sakit dan sedih itu pun sebenarnya berakar dari rasa ku yang mendalam. Dan ketika itu semua terjadi kusadari aku takut. Malam itu kamu pun juga takut.
Semua kembali ke kita berdua. Masa lalu boleh kita kenang dan belajar darinya, namun jangan sampai itu mendikte kehidupan kita sekarang. Itu janjiku ke kamu, dan kuharap itu janjimu pula ke diriku.
Selasa, 05 April 2011
wow, hmmmmm *loads come in mind after read this one...
BalasHapusapa itu?
BalasHapus