Jumat, 04 Januari 2013

Ku Dapatkan, Ku Bagikan (Belajar dari seorang Inspirator)

Tak terasa, semester genap di tempat saya mengajar akan segera kami jalani... Bukan menjadi sebuah kebetulan, semester baru genap selalu diawali di tahun yang baru...Kata orang Tahun baru, diawali dengan Resolusi baru....Itu sah-sah saja...Dan saya sepakat dengan hal tersebut...Bagi saya tahun baru berarti akan ada nilai yang akan saya pelajari untuk saya hidupi.....
Bertolak dari sebuah moment, dimana keluarga besar tempat dimana saya menjadi salah satu penambang ilmu psikologi baru saja mengalami sebuah kedukaan luar biasa, karena kami kehilangan GURU kami yang tak hanya sekedar guru biasa.... Dan inilah catatan terakhir yang beliau sempat tuliskannya bagi kami... dan bagi saya secara pribadi, catatan ini sangat istimewa bagi saya, karena menjadi inspirasi bagaimana saya bisa menjadi seorang "guru" seperti beliau, dan ingin saya terus hidupi sejak tahun ini.... :)

Sebenarnya tidak benar-benar berawal dari moment ini saja, namun catatan ini menjadi PENEGUHAN dari seorang GURU untuk saya... Sebuah nilai akan pentingnya tujuan hidup, yang seharusnya menjadi pondasi saya dalam menentukan pengambilan keputusan dalam pilihan hidup.... Hakikat pilihan hidup kita adalah untuk hidup kita, bukan untuk orang lain...Nilai sudah saya genggam sebelumnya, dan akan semakin saya genggam erat setelah ini...
Ketika saya membaca catatan beliau, saya langsung merasa "deg"... seperti tertohok di ulu hati saya....pengalaman saya beberapa tahun ini di dunia pendidikan, sangat dekat sekali dengan realita bagaimana anak-anak muda di depan saya belum sepenuhnya bisa menghidupi pentingnya sebuah tujuan hidup bagi diri mereka... Bagaimana mereka seperti kehilangan diri mereka sendiri karena pilihan yang kebanyakan tidak mereka buat sendiri.... Dan sekali lagi tulisan ini memberikan peneguhan bagaimana saya harus mau benar-benar membagikan sebuah "rahasia besar" ini kepada mereka...Terima kasih Guru...Terima kasih Pak Ino...Inilah pilihan hidup saya Pak.... :)
   
Berikut catatan beliau........

http://bukik.files.wordpress.com/2013/01/foto-buku-ino-yuwono-small.jpg?w=269&h=358   Setelah beberapa kali maut nyaris menghampiriku, kini akhir perjalanan telah kujelang. Aku telah sampai pada akhir dari sebuah perjalanan. Aku tidak pernah menyesal maupun malu. Akhir perjalanan ini adalah awal sebuah perjalanan baru bagiku. Teman, aku akan mengatakan secara tegas tentang apa yang kuyakini. Keyakinan yang memanduku selama perjalanan hidup, dari awal hingga saat ini, diujung akhir. Aku tak akan bicara panjang lebar. Bukan sebagai wasiat, tetapi mungkin engkau bisa mengambil pelajaran. 
   Aku telah mengalami banyak kejadian. Tidak semua, tetapi apapun yang aku alami adalah pilihanku. Aku jalani setiap pilihan seutuhnya. Aku menghidupkan setiap pilihan sehidup-hidupnya. Mungkin ada keraguan. Mungkin ada penyesalan. Mungkin ada kekeliruan. Tetapi tak cukup besar sebagaimana keyakinanku dalam menjalani pilihanku. 
   Hidup adalah mengenai tujuan sekaligus cara kita menjalaninya. Kesedihan terbesarku adalah ketika menyaksikan banyak orang menjalani hidup tanpa menjalaninya. Orang menjalani kehidupan yang menjadi pilihan orang lain, tidak menjadikan hidup sebagai bagian dari dirinya. Hidup seolah sebagai beban dari orang lain yang dibebankan kepadanya. Jangan heran, bila dalam banyak perjumpaan aku banyak bertanya. Pertanyaan mengenai tujuan-tujuan dari pilihan tindakanmu. Untuk apa kuliah? Untuk apa belajar? Untuk apa bekerja? Untuk apa hidup? Banyak orang terkejut, bahkan terganggu atas pertanyaan sederhanaku ini. Banyak orang yang mengabaikan pertanyaan itu karena hidup tidak menjadi bagian dari dirinya. Mengapa aku tanyakan pertanyaan sederhana itu? Hidup adalah anugerah bagimu, sebagaimana engkau adalah anugerah bagi sesama dan kehidupan. Bagaimana bisa mensyukuri anugerah bila kita tidak tahu kemana kita akan menuju dalam hidup? Namun pertanyaan sederhana mengenai tujuan hidup sering kali tidak menemukan jawaban. Banyak orang tetap memilih untuk tidak menjawab pertanyaan itu, apalagi untuk menjalani jawabannya. Orang memang lebih nyaman untuk menjalani apa yang sudah dijalani bertahun-tahun meski dia tidak tahu kemana arah tujuan. 
   Ada banyak orang yang tidak menyukai cara mengajarku. Mereka mengatakan caraku mengajar itu biadab. Sayangnya, cara-cara yang disebut biadab itu yang lebih sering membuat orang berani meninggalkan kenyamanannya. Cara-cara biadab itu yang justru menyebabkan orang tergerak untuk menjadi orang yang lebih beradab. Bukannya aku menyukai cara-cara biadab itu. Aku tahu, banyak yang membenci cara-caraku itu. Aku tahu, banyak orang mengindari aku. Aku tahu, banyak orang bicara seperlunya denganku. Aku juga tau, ada orang-orang yang menertawaiku. Aku hadapi konsekuensinya selama sebuah cara bisa membuat orang lebih terdidik. 
   Aku sangat mencintai pendidikan. Aku sangat menyukai mendidik, berapapun biaya yang dibutuhkan untuk melakukan itu. Meski aku seolah menjadi monster ganas yang ditakuti orang, meski aku seolah berada di puncak gunung, sendiri dan sepi, cintaku pada pendidikan melampaui semuanya itu. Mendidik adalah panggilan hidupku. Selama perjalanan hidup, aku telah melakukan banyak tindakan. Aku nikmati beragam suasana dalam perjalananku itu. Ada kalanya, tawa bahagia menjadi warna. Tak jarang, kesepian datang menyergapku, seperti disergap sekawanan serigala yang lapar. Tetapi aku nikmati kesepian itu, sebagaimana aku menikmati tawa bahagia. Terimakasih, telah menjadi temanku, dikala tawa menjadi warna, terimakasih pula ketika sepi datang menggigit.
   Teman, selama perjalanan ini, aku telah bertemu engkau. Mungkin pada suatu belokan, pada jalan lurus terbentang, pada turunan curam atau jalan yang mendaki tajam. Setiap momen perjumpaan mempunyai warnanya sendiri. Engkau mungkin mengenalku pada suatu momen, mungkin tak mengenalku di momen yang lain. 
   Ya, inilah aku. Inilah kehidupan yang beragam ini. Aku mungkin seperti yang kau bayangkan, sekaligus bukan seperti yang kau bayangkan. Bila dalam perjumpaan tersebut ada pelajaran, ambil dan manfaatkan. Bila dalam perjumpaan tersebut ada perbedaan, jadikanlah sebagai cermin. Janganlah sesekali berusaha meniruku. Engkau adalah keagungan kehidupan sejati. Engkau adalah anugerah bagi kehidupan. Jadilah dirimu. Jalani jalanmu. Apa artinya manusia bila tidak menjadi dirinya sendiri? Kebanggaanku dalam hidup bukanlah karena jasa-jasaku pada kehidupan. Kebanggaanku terbesar adalah terhadap pilihanku untuk menempuh jalanku sendiri. meski terjal, meski sendiri, meski sepi. Apapun akibatnya, aku bangga mengatakan bahwa inilah jalanku. 
   Sekarang, aku sudah di akhir perjalananku. Aku tidak lagi menentukan pilihan. Engkaulah yang mempunyai pilihan. Memanfaatkan kesalahanku atau membiarkan kesalahanku menjadi ganjalan dalam hatimu. Mengambil pelajaran dari perjalananku atau melupakan pelajaran seiring waktu berjalan. Aku tidak pergi meninggalkanmu. Aku melanjutkan perjalananku. Akhir perjalanan hidupku adalah awal sebuah perjalanan baru. Sapalah aku bila kita berjumpa dalam perjalanan yang sama di lain waktu. Aku akan dengan senang hati meluangkan waktuku untuk berbicara lagi denganmu.

Dari hati yang paling dalam. Temanmu,
Christophorus Daniel Ino Yuwono







 

Kamis, 03 Januari 2013

Segarnya di Pedalaman Kediri (Unforgetable Moment at Irenggolo and Dolo Waterfall)

Pedalaman Kediri ternyata menyimpan harta karun yang tak terkira indahnya....sudah menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Kediri, Airterjun Irenggolo dan Dolo menjadi tujuan liburan kami kali ini... Berawal dari ajakan iseng yang menjadi sebuah modal kami berangkat menyusur perbukitan....bahkan mendung yang mulai menggelantung sejak siang hari tidak menyurutkan niat kami....bayang-bayang akan kehujanan di jalan menjadi resiko yang telah kami ambil. Dengan perbekalan yang cukup namun termasuk minim (2 botol air minum tanggung) dan jas hujan berangkatlah kami menuju Kediri Barat...yaitu Dusun BESUKI di Lereng Gunung Wilis...
Langit dan Bumi bersatu di depan mata kami
Kurang lebih perjalanan 25 km dari terminal kota Kediri akan kami lalui siang itu....dengan trek yang terus naik (untungnya jalan sudah beraspal sejak diresmikan menjadi salah satu wisata unggulan), kami memasrahkan perjalanan kami kali ini... dengan sedikit informasi yang kami dapatkan, kami mengikuti jalan aspal serta beberapa penunjuk jalan sebagai panduan kami...
Tak terasa perjalanan kami sudah menghabiskan 30 menit ....hawa dingin lereng gunung di padu suasana mendung mulai kami nikmati...rumah penduduk yang cukup sederhana, hijaunya sawah, perkebunan dan hutan pinus menjadi pemandangan kami kali ini....bersatunya langit dan bumi menjadi menu kami siang itu.... Luar biasa indahhhhhhhhhh banget.... bahkan kamera pocket tak cukup rasanya menggambarkan suasana di sekeliling kami....

Perjalanan kami lanjutkan....derunya motor mengiringi langkah kami...sesekali motor kami yang tak terbiasa digunakan tracking ke perbukitan, mengeluarkan keluhannya, tak lupa kami haturkan doa agar tidak mogok ditengah jalan...(Catatan penting: mencapai obyek wisata satu ini kondisi kendaraan harus fit, karena dalam perjalanan minim sekali tempat tambal ban/jual bensin)...
Satu dua motor menyalip kami (mungkin dengan tujuan yang sama, atau mungkin mereka salah satu penduduk sekitar sana), begitu juga beberapa mobil berpapasan dengan kami)....

Kurang lebih 45 menit berlalu kami telah sampai pada Gapura Lokasi Wisata Besuki....setelah membayar retribusi (Rp 7000 rb per orang, sepeda motor Rp 1000) kami mencium hawa yang berbeda di Besuki....
Gerbang menuju Irenggolo
Tak jauh dari Gapura, kurang lebih 1 km, kami telah sampai di Air Terjun Irenggolo... Tujuan kami yang pertama...awalnya kami sempat memandang sebelah mata obyek wisata satu ini (karena yang lebih banyak digaungkan adalah Airterjun Dolo)....
 
Love at First Sight
Dengan langkah ragu kami mulai menuju lokasi ... niat kami, jika Tuhan tidak mengijinkan kami ke Dolo, setidaknya kami sudah menikmati Irenggolo....
Dengan terbatasnya petunjuk arah (hanya satu papan bertuliskan 300 m dengan panah kebawah), kami berjalan menyusuri jalan setapak.... cukup sepi obyek ini dikunjungi ...hanya beberapa pasangan kami lihat di lokasi...di tengah keraguan kami, suara gemuruh air dari air terjun menjadi hiburan bagi kami dan meyakinkan kami bahwa jalan yang kami ambil benar....
Dan benar saja, Air Terjun Irenggolo ada di depan mata kami

Memang Tuhan itu menciptakan segalanya dengan baik...kami langsung jatuh cinta pada pandangan pertama...tak ambil waktu banyak langsung kami menikmati "surga dunia" kami saat itu...main air...foto sana sini...membawa kesegaran tersendiri bagi kami....Tidak menyesal kami mampir kesini, sebelum tujuan kami yang utama... Thx God...
 

Obyek pertama kami makin membuat kami bersemangat menuju tujuan utama kami..."yang ini aja bagussss bangetttt, apalagi yang Dolo" batin saya.... Tanpa pikir panjang, kami menuju parkiran dan langsung menempuh 5 km kedepan menuju Air Terjun Dolo.... pemandangan beberapa Villa di Besuki menjadi variasi suasana perjalanan kami... Trek semakin naik...tak jarang saya harus rela turun dari boncengan agar motor bisa merangkak naik...sambil mengatur nafas yang tersengal, perlahan saya jalan naik dan tak lupa kamera pocket tetap beraksi.... tetapi terbayar dengan eloknya view di depan kami...Kota kediri dan sekitarnya terlihat dari atas...bahkan kami merasa seperti di atas awan...wowww....Thx God...
Kota Kediri tampak dari atas



Selama diperjalanan ke Irenggolo-Besuki terlihat banyak sekali peringatan mengenai bahaya longsor, dan hal tersebut membuat kami deg-degan.. mengingat musim hujan sudah dimulai.....suasana hutan pinus semakin menambah kekhawatiran kami...namun kami percaya Tuhan menyertai kami....
Singkat cerita kami sampai di tujuan... dengan halaman parkir yang sangat luas, kami memarkir si Gendut (sebutan motor yang kami pakai)....

Seperti yang sudah kami dengar, untuk menuju ke Air Terjun Dolo, kami harus menempuh lagi dengan menuruni anak tangga (informasi yang kami terima sekitar 1400 anak tangga, berarti PP sekitar 2800 anak tangga) yang dikelilingi hutan lebat.... Ya ampunnnn...kuat gak yaaa....Kepalang Basah itulah judul perjuangan kami saat itu...dengan tetap berbekal niat dan rasa penasaran yang besar kami berjuang menuruni anak tangga.... di tengah perjalanan kami pun sempat menyusul dan disusul beberapa pengunjung...juga berpapasan dengan yang sudah menikmati Air Terjun tersebut... Ekspresi capek jelas terlihat di wajah mereka...namun rasa puas dan gembira itu tidak bisa disembunyikan pula dari wajah mereka....

 
Yang menarik bagi kami bagaimana suara "nyanyian alam" dari beberapa jenis binatang hutan (serangga.red) itu memang sangat merdu... Sedikit capek hilang ketika kami berhenti dan menikmatinya....Untuk menyimpan tenaga, kami memutuskan untuk berhenti sebentar memang, sambil beberapa kali  menikmati air yang mengalir deras pula di kerongkongan kami....foto-foto yang menunjukkan kenarsisan kami, hingga kaki kami serasa bergetar ketika harus menahan berat tubuh kami ketika turun menjadi saksi bagaimana perjalanan ini membuat gempor kaki sekaligus menyenangkan.....

Finally
AND FINALLY .... perjuangan kami berakhir indahhhh...... butiran air terjun yang terkena angin membasahi tubuh kami.... ingin saja rasanya saya nekat menceburkan diri ke aliran air terjun tersebut...hahahahhaa... (untungnya logika saya masih bermain, karena tak bawa baju ganti tak mungkin saya melakukan itu)...

Bagaimana bisa Tuhan menciptakan segitu indahnya .... ditengah-tengah hutan yang lebat dan masih sangat sangat alami ... dan begitu jernih airnya... benar-benar permata yang sangat indah.. Thx God...Kami diberi kesehatan untuk boleh menikmati alam kami....
Bersaing dengan beberapa pengunjung yang lain, sambil merasakan air yang sangat dingin yang membuat beku kaki kami, kami berusaha mengabadikan sebaik mungkin moment tersebut...Sebuah moment dimana perjuangan dan keyakinan lah yang membuat kami bisa sampai di sana...

Kami bersama alam
Pengalaman siang itu benar-benar tak terlupakan...bahkan kami menjadi sangat rindu untuk berkunjungan ke tempat wisata yang lain yang menawarkan hal yang serupa...sebuah keelokan alam yang memanjakan mata dan hati kami dan dimana kami bisa mensyukuri betapa baiknya Tuhan .....
Semoga Tuhan memberikan kami kesempatan kedua untuk kembali lagi kesana dengan kegembiraan yang lain...Aminnn ....ThX God ^_^

Selasa, 23 Oktober 2012

Be Confident

Potensi yang dimiliki siswa hendaknya harus dimaksimalkan pengembangannya..... potensi dan kemampuan anak inilah yang pada akhirnya bisa menjadi bekal mereka menghadapi tantangan pendidikan tingkat lanjutnya dan dunia kerja. Banyak faktor sebenarnya yang mempengaruhi bagaimana seorang siswa bisa mengaktualisasikan dirinya, salah satunya ada rasa percaya diri mereka.
Dalam materi ini akan dijabarkan bagaimana rasa percaya diri ini bisa menentukan bagaimana prestasi mereka di sekolah, ciri-ciri remaja yang mempunyai PD dan yang kurang mempunyai PD.... berikut juga bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri...
Selamat membaca.... silakan klik disini .....

Jadikan Hal Yang Tidak Disukai, Menyenangkan



jadikan-hal-yang-tidak-disukai-menjadi-menyenangkanTerkadang dalam hidup, kita dikondisikan pada situasi dimana kita tidak bisa memilih sepenuhnya apa yang ingin kita lakukan. Namun secara sadar atau tidak dari sana kita bisa belajar lebih dewasa. Lebih dewasa yang saya maksud adalah dewasa dalam menghadapi persoalan/masalah, bukan malah menghindarinya atau melarikan diri, namun kita harus mencari alternatif solusinya secara kreatif dan bijak.
Lelah karena terus menerus harus melakukan sesuatu yang tidak kita suka? Jika kita tidak suka untuk melakukan itu dan berpikir tidak ada untungnya buat kita, maka tidak usah repot-repot melakukannya . Tetapi, jika kita benar-benar harus melakukannya, karena situasi yang memaksa kita untuk melakukannya, berikut ini adalah tips untuk membuat kita melakukan sesuatu yang tidak kita suka dengan sedikit lebih menyenangkan :
1. Lakukan untuk orang yang kita cintai
Pikirkan saja seseorang yang kita cintai dan lakukan itu demi kebahagiaannya. Contoh: kita tidak suka menyanyi lagu boyband karena itu membuat telingamu sakit tetapi pasangan sangat menyukainya. Maka, ada baiknya kita menyanyikan lagu cinta dari sebuah boyband di hari ulang tahunnya. Meskipun kita tidak menyukainya tetapi kita tetap melakukannya untuk membuat ia senang
 2. Lakukan di waktu produktifmu
Misalnya, waktu produktif kita adalah jam 8 pagi sampai jam 12 siang dan jam 6 sore sampai jam 9 malam . Maka, lakukanlah di waktu-waktu tersebut. Setelah waktu produktif kita lewat, beristirahatlah atau lakukan hal yang lain.
 3. Lakukan dengan cara yang lain
Kita tidak harus melakukannya dengan cara yang umum. Kita dapat melakukannya dengan cara kita sendiri. Buatlah semenyenangkan mungkin. Jika contohnya, kita senang mengerjakan pekerjaan rumah di kafe atau mall, maka kita dapat melakukannya. Hanya saja jangan biarkan hal-hal lain mengalihkan perhatian kita.
 4. Beri hadiah pada diri sendiri
Tentukan hadiah kita sendiri. Sebagai contoh, "jika saya dapat mengerjakan PR dalam satu hari, Saya dapat bermain game komputer seharian besok!!". kita akan lebih termotivasi untuk mencapai tujuan Anda.
 5. Pikirkan konsekuensi jika kita menyerah / tidak melakukannya
Jika kita harus melakukan sesuatu yang tidak kita suka demi mencapai tujuan lain, kita harus melakukannya tak peduli kita suka atau tidak. Jika kita  menyerah, maka bisa jadi perjalanan kita akan terhambat. Hancurkan tembok di depan kita, jangan biarkan hambatan itu menghalangi jalan kita.
 6. Bagikan perasaan dan keadaanmu kepada orang yang bisa memotivasimu
Memiliki seseorang disampingmu yang bisa memotivasi adalah sesuatu yang baik. Jangan ragu-ragu untuk berbagi dan meminta bantuan jika seseorang bisa menolongmu. Itu seperti energi ekstra dalam perjalananmu.
Dicuplik dari Blog Liena Aifen

Senin, 08 Oktober 2012

Menjadi Cerdas Menghafal dan Mengingat Pelajaran

Terkadang menghafal menjadi pekerjaan yang sangat membosankan dan melelahkan.... Apalagi jika kita diminta menghafalkan dari pelajaran yang tidak kita sukai dan kurang kita minati. Belum lagi jika bahan yang kita hafalkan sangat banyak.
Berikut akan disampaikan bagaimana trik menghafalkan materi secara fun dan menyenangkan serta materi yang dihafalkan bertahan lama.
Silakan klik di sini...

Minggu, 07 Oktober 2012

DIALOG SIPUT DAN KATAK


Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput:

  "Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?"

Siput menjawab: "Kalian kaum katak mempunyai empat kaki dan bisa melompat ke sana ke mari, Tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih."

Katak menjawab: "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak)."

Dan seketika, ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka, siput dengan cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang... Akhirnya siput baru sadar...ternyata cangkang yg di milikinya bukan merupakan suatu beban...tetapi adl kelebihannya...


Nikmatilah kehidupan, tidak perlu membandingkan dengan orang lain. keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan... Lebih baik pikirkan apa yang kita miliki, hal tersebut akan membawakan lebih banyak rasa syukur dan kebahagiaan bagi kita sendiri...
Maka sudah selayaknya kita selalu bersyukur kepada Tuhan atas apa yang kita punyai saat ini. Amin. JJ

Jangan Mudah Menyelah

*Hari 1.*
Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal didekat rumahnya.
Cadel              : "bang, beli nasi goleng satu"
Abang             : "apa...?" (.....ngeledek.)
Cadel              : "Nasi Goleng!
Abang             : "Apaan...?" (.....Ngeledek lagi.)
Cadel              : "Nasi Goleng!!!"
Abang             : "ohh nasi goleng..."
Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal, sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan "nasi goreng" dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.

* Hari 2.*
Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.
Cadel              : "bang...,saya mau beli NASI GORENG, bungkus!!!"
Abang             : "ohh...pake apa?"
Cadel              : "...pake telol..." (Sambil sedih...)
Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata "telor" sampai benar.

* Hari 3.*
Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut-turut makan nasi goreng
Cadel              : "bang..., beli NASI GORENG, Pake TELOR!!! Bungkus!"
Abang             : "ceplok atau dadar ?"
Cadel              : "dadal..."
Dengan spontan. Kembali dia berlatih dengan keras.

* Hari 4.*
Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.
Cadel              : "bang...beli NASI GORENG, Pake TELOR, di DADAR!"
Abang             : "hebat kamu 'del, udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.5000, del."
si cadel menyerahkan uang Rp.10000 kepada si abang, namun si abang tidak memberikan kembaliannya,
hingga si cadel bertanya:
Cadel              : "bang.., kembaliannya?"
Abang             : "oh iya, uang kamu Rp.10000, harganya Rp.5000, kembalinya berapa del?", sambil senyum ngeledek.


Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi. Tapi akhirnya dia menjawab:"...GOCENG...!!!" Sambil tersenyum penuh kemenangan.

Jangan menyerah dan terus berlatih adalah salah satu cara kita mengahdapi semua masalah di depan kita. GBU

Kosongkan Cangkir Tehmu




Di sebuah kerajaan, karena kesibukan sang raja memerintah, permaisurilah yang menemani dan sangat memanjakan sang pangeran. Pangeran tumbuh menjadi pemuda yang sombong, egois, kurang sopan santun, dan malas belajar. Raja sangat sedih memikirkan sikap pangeran muda. Bagaimana nasib negeri ini nantinya? Setelah berbincang dengan permaisuri, raja pun bertitah

"Anakku, tahta kerajaan akan ayah serahkan kepadamu, tetapi dengan syarat engkau harus tinggal dan belajar selama 1 tahun di atas bukit bersama seorang guru yang telah ayah pilih. Bila engkau gagal, maka tahta kerajaan akan ayah serahkan kepada orang lain."

Pangeran serta merta menyanggupi persyaratan itu. Dalam hati ia berkata,

"Apalah artinya penderitaan 1 tahun dibandingkan kelak sebagai raja, aku bisa hidup mewah dan bersenang-senang seumur hidupku!"

Setibanya di kediaman sang guru, tingkah laku pangeran tetap sombong, menyebalkan, dan tidak sopan. Dia merasa sebagai pangeran, semua orang harus menuruti kemauannya. Setiap kali gurunya bertanya, pangeran menjawab semaunya. Setiap kali gurunya menerangkan pelajaran, pangeran tidak mendengarkan-merasa sudah tahu semua. Tidak terasa haripun berganti minggu. Sang guru berpikir keras tentang cara untuk memberi pelajaran kepada pangeran yang sombong dan sok pintar itu.
Suatu hari, sang guru menyeduh teh dan menuangkan ke cangkir pangeran. Air teh dituang terus dan terus hingga tumpah ke mana-mana sehingga mengenai tangan sang pangeran. Pangeran berteriak marah,

"Hai, bodoh sekali! Menuang teh saja tidak becus! Cangkir sudah penuh mengapa masih dituang terus? Air mendidih, lagi!"

Dengan tersenyum sang guru berkata tegas,

"Beruntung hanya tangan pengeran yang terkena percikan teh panas. Sebagai seorang pangeran, calon raja dan suri tauladan bagi rakyatnya, tidak sepantasnya berkata tidak sopan seperti itu, lebih-lebih kepada gurunya sehingga sepantasnya mulut pangeranlah yang harus dituang teh panas ini. Guru sengaja menuang terus cangkir yang telah terisi penuh karena ingin mengajarkan kepada Yang Mulia bahwa cangkir teh diumpamakan sama seperti otak manusia. Bila telah terisi penuh maka tidak mungkin diisi lagi. Karenanya kosongkan dulu cangkirmu, kosongkan pikiranmu, agar bisa diisi hal-hal baru yang positif. Hanya bekal ini yang ingin guru sampaikan. Bila pangeran tidak berkenan, silakan pergi dari sini."

Mendengar perkataan sang gurunya yang tegas, pangeran seketika tertunduk malu. Peristiwa itu menyadarkan pangeran untuk mengubah sikapnya dan menerima pelajaran dari gurunya. Tentu saja perubahan sikap pengeran ini membuat raja sangat bergembira.



Karena status, pendidikan, atau kedudukan, seringkali seseorang merasa lebih tahu, lebih mengerti, dan lebih pintar dari orang lain dan tidak mau mendengarkan orang lain. Sikap seperti ini membuat pikiran kita tertutup yang akhirnya kita sulit menerima hal-hal baru/ide yang diberikan oleh orang lain yang mungkin membuat kita lebih maju. Semoga kita masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi lebih rendah hati.

J Tuhan Memberkati J

Institusi Perguruan Tinggi Indonesia

UNIVERSITAS  
Menyelenggarakan program pendidikan akademik (sarjana) dan atau profesional (diploma) dalam SEJUMLAH disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

Perguruan Tinggi Negeri
Universitas Sam Ratulangi  

Perguruan Tinggi Swasta
Universitas Bina Nusantara 
Universitas Kristen Maranatha



INSTITUT 
Menyelenggarakan program pendidikan akademi (sarjana) dan atau profesional (diploma) dalam SEKELOMPOK ILMU PENGETAHUAN yang sejenis.

Perguruan Tinggi Negeri
Institut Teknonologi Sepuluh November Surabaya 
Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
1. Fakultas Film Televisi
2. Fakultas Seni Rupa
3. Fakultas Seni Pertunjukan

Perguruan Tinggi Swasta

POLITEKNIK 
Menyelenggarakan program pendidikan profesional (diploma) dalam SEJUMLAH bidang pengetahuan khusus

Perguruan Tinggi Negeri
Politeknik Negeri Bandung  

Perguruan Tinggi Swasta

SEKOLAH TINGGI 
Menyelenggarakan program pendidikan akademik (sarjana) dan atau profesional (diploma) dalam SATU DISIPLIN ILMU tertentu. 

Perguruan Tinggi Negeri
SekolahTinggi Seni Indonesia Bandung  

Perguruan Tinggi Swasta

AKADEMI 
Menyelenggarakan program pendidikan profesional (diploma) dalam SATU atau SEBAGIAN cabang ilmu pengetahuan tertentu. 

Perguruan Tinggi Swasta


SEKOLAH KEDINASAN 
Pendidikan kedinasan adalah pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh Kementerian, kementerian lain, atau lembaga pemerintah nonkementerian yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai negeri dan calon pegawai negeri. 
Namun perlu digaris bawahi tidak semua sekolah kedinasan tersebut menerapkan ikatan dinas (dimana lulusannya akan diangkat menjadi PNS dan wajib bekerja di departemen/kementrian yang bersangkutan), ada juga sekolah kedinasan yang lulusannya bisa bekerja di swasta jika tidak diterima PNS, hanya sekolahnya dibawah binaan kementrian tertentu

Perguruan Tinggi Di Bawah Kementrian
Kementrian Dalam Negeri
Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata
Kementrian Keuangan
Kementrian Kelautan dan Perikanan
Sekolah Tinggi Perikanan Bogor
Akademi Perikanan Bitung
Akademi Perikanan Sorong
Bagian Administrasi Pelatihan Perikanan Lapangan Serang
Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri Ladong
Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri Pariaman
Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri Tegal
Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri Bone
Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri Kota Agung, lampung
Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri Pontianak
Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri Waeheru
Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri Sorong
Kementrian Kesehatan
Kementrian Perhubungan
Akademi Perkeretaapian Madiun
Kementrian Perindustrian
Akademi Teknologi Industri Makasar (ATIM)
Kementrian Pertahanan Nasional
Akademi Angkatan Udara (TNI Angkatan Udara)
Kementrian Sosial
Kementrian Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan
Kementrian Komunikasi dan Informatika


 Perguruan Tinggi Di Bawah Non Kementrian
Badan Intelijen Negara
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Badan Pertanahan Nasional
Badan Pusat Statistik
Badan Tenaga Nuklir Nasional
Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia

Perguruan Tinggi Di Bawah Kepolisian